Alhamdulillah, Yayasan Peduli Kemanusiaan Ar Risalah kembali menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui Seminar Internasional Pelatihan Dai yang diikuti oleh 100 dai dari berbagai wilayah binaan. Kegiatan ini mengangkat tema besar tentang bagaimana memprioritaskan pekerjaan dalam bidang dakwah dan sosial agar lebih efektif, terarah, dan berdampak luas bagi umat.
Seminar ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen yayasan dalam membina para dai agar tidak hanya kuat dalam pemahaman ilmu syar’i, tetapi juga memiliki kemampuan manajemen waktu, strategi kerja, dan skala prioritas dalam menjalankan amanah dakwah di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, pihak yayasan menyampaikan bahwa tantangan dakwah saat ini semakin kompleks. Seorang dai tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu agama, tetapi juga sebagai pembimbing masyarakat, penggerak sosial, mediator permasalahan umat, hingga pengelola program-program kemanusiaan. Oleh karena itu, kemampuan dalam menentukan prioritas menjadi kunci keberhasilan.
Seminar internasional ini menghadirkan pemateri berpengalaman dalam bidang dakwah dan pengembangan masyarakat. Para peserta mendapatkan pembekalan tentang konsep fiqh prioritas (fiqh al-awlawiyat), manajemen waktu, penyusunan program kerja, serta strategi membagi fokus antara pembinaan akidah, pendidikan Al-Qur’an, kegiatan sosial, dan pelayanan masyarakat.
Dalam sesi materi utama, dijelaskan bahwa seorang dai harus mampu membedakan antara pekerjaan yang mendesak dan pekerjaan yang penting. Tidak semua aktivitas harus dilakukan secara bersamaan. Dai dituntut untuk memahami kebutuhan masyarakat di wilayah tugas masing-masing, lalu menyusun langkah dakwah berdasarkan tingkat urgensi dan maslahat yang paling besar.
Selain itu, dibahas pula pentingnya sinergi antara dakwah dan kegiatan sosial. Program seperti pembinaan remaja, pendidikan anak-anak, kajian rutin masyarakat, serta bantuan sosial harus dikelola dengan perencanaan yang matang agar tidak saling tumpang tindih dan tetap berjalan berkelanjutan.
Para dai juga diberikan pelatihan teknis dalam menyusun target jangka pendek, menengah, dan panjang. Dengan adanya perencanaan yang jelas, diharapkan setiap program dakwah dapat terukur dan dievaluasi secara berkala. Hal ini menjadi bagian penting dalam membangun profesionalisme dalam kerja-kerja dakwah.
Suasana seminar berlangsung interaktif dan penuh antusias. Para peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta berbagi pengalaman lapangan dari wilayah tugas masing-masing. Diskusi ini memperkaya wawasan sekaligus memperkuat ukhuwah antar dai.
Melalui kegiatan ini, yayasan berharap para dai mampu kembali ke wilayah binaan dengan semangat baru dan strategi yang lebih terarah. Dengan kemampuan memprioritaskan pekerjaan secara tepat, diharapkan dakwah tidak hanya berjalan rutin, tetapi juga menghasilkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.
Seminar internasional ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kualitas dakwah dan pelayanan sosial. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, para dai diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat luas, menjaga kemurnian ajaran Islam, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan umat.
Semoga kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan profesionalisme dan efektivitas dakwah, serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun masyarakat yang lebih berilmu, berakhlak, dan sejahtera.


