Telah diselenggarakan seminar internasional bersama Syeikh Muhammad bin Abdullah As-Suhaim dengan tema “Metode Menangani Syubhat dalam Dunia Dakwah”. Kegiatan ini dihadiri oleh para dai, ustaz, akademisi, mahasiswa, serta pemerhati dakwah dari berbagai daerah yang antusias memperdalam pemahaman tentang strategi menghadapi tantangan pemikiran di era modern.
Dalam pemaparannya, Syeikh Muhammad bin Abdullah As-Suhaim menjelaskan bahwa syubhat (kerancuan pemikiran) merupakan salah satu ujian terbesar dalam dunia dakwah kontemporer. Syubhat sering kali muncul dalam bentuk argumentasi intelektual, opini publik, maupun narasi digital yang dapat memengaruhi akidah dan pemahaman umat Islam.
Beliau menekankan bahwa langkah pertama dalam menangani syubhat adalah memahami akar permasalahan secara ilmiah dan objektif. Seorang dai tidak cukup hanya memiliki semangat, tetapi juga harus dibekali dengan ilmu yang kuat, pemahaman manhaj yang benar, serta kemampuan analisis yang tajam.
Dalam sesi utama, beliau menguraikan pentingnya merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman para ulama yang terpercaya. Pendekatan ilmiah yang sistematis dan argumentatif dinilai lebih efektif dalam menjawab kerancuan dibandingkan dengan respons emosional atau debat tanpa dasar ilmu.
Selain itu, beliau juga menekankan perlunya hikmah dan kelembutan dalam berdakwah. Menangani syubhat tidak selalu harus melalui konfrontasi terbuka, melainkan dengan pendekatan edukatif, dialog konstruktif, dan penyampaian yang santun agar pesan dapat diterima dengan baik.
Seminar ini juga membahas tantangan dakwah di era digital, di mana syubhat banyak tersebar melalui media sosial dan platform daring. Para peserta diajak untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana klarifikasi dan edukasi, serta membangun konten dakwah yang berbasis ilmu dan kredibel.
Dalam sesi tanya jawab, berbagai pertanyaan diajukan terkait isu-isu kontemporer seperti pluralisme agama, liberalisme pemikiran, dan penyimpangan akidah. Syeikh memberikan jawaban yang lugas, sistematis, dan tetap mengedepankan prinsip kasih sayang dalam membimbing umat.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas para dai dalam menghadapi tantangan zaman. Para peserta mengaku mendapatkan wawasan baru dan strategi praktis dalam menyampaikan dakwah yang argumentatif namun tetap santun.
Panitia berharap seminar internasional ini dapat menjadi awal dari kolaborasi ilmiah yang berkelanjutan antara para ulama dan dai di berbagai negara. Pertukaran ilmu dan pengalaman diharapkan mampu memperkuat jaringan dakwah global yang solid dan terarah.
Dengan terselenggaranya seminar ini, diharapkan para dai semakin siap menghadapi berbagai bentuk syubhat dengan ilmu, kesabaran, dan hikmah. Semoga kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menjaga kemurnian ajaran Islam dan memperkuat dakwah yang rahmatan lil ‘alamin di tengah masyarakat global.


